Because You!

edited by raa
Tittle : Because You!
Author: Dwi Tiara Aulia
Genre: Friendzone, Familyzone, Secret Admire 
Summary: Apakah aku dan kamu bisa bersama dalam artian 
   menjadi yang lebih dari sekedar teman??


ONE SHOOT




AuthorPOV

Senja yang menjadi saksi kebisuan yang mendalam, sudah lama Dara menyukai sosok bayu yang sangat kreatif dan mandiri. Namun sedikitpun tidak ada kepastian, memang dara tidak pernah mengatakan bahwa dia menyukai bayu sedemikian yang dimaksud dari hatinya hanya saja dara hanya bisa memberikan sedikit kode keras tentang hatinya kepada bayu. Entahlah apakah bayu menyadari rasa suka dara kepadanya atau tidak atau lebih parahnya bayu sudah tau tetapi bayu pura-pura tidak tau dan hanya ingin menjaga pertemanan yang terikat dari mereka? Entahlah dara selalu berfikir begitu.

Sejak pertama kali mengenal bayu sosok dara berubah sedikit demi sedikit. Dan perlahan-lahan tanpa bayu sadari dara sudah mulai mengikuti jejaknya kearah yang lebih menguntungkan dan mandiri. Menurut dara bayu adalah sosok yang sangat berbeda dari pria yang lainnya karna apa, bayu memiliki kompetensi yang sangat disukai dara bukan hanya itu, dara menyukai semua karya-karya yang sudah dicetuskan olehnya apapun itu. apapun. Semenjak itu dara mulai mengagumi dan menyukai sosok bayu yang sederhana namun tetap berkembang demi masa depannya. itulah yang dilakukan dara sekarang. Dara selalu menuliskan satu demi satu kenangan nya bersama bayu walaupun hanya melewati selembaran kertas putih dan layar tipis diatas meja belajar dara. Dara berubah menjadi sosok yang lebih mandiri dan ingin bekerja dengan hasil dan kekuatannya sendiri itulah yang dituangkan didalam ketikan dan tulisan indah tangan karya dara. 

STORYLINE 1

Dara baru saja pulang dari sekolah demi mencapai cita-citanya dan harapannya. Dara sangat lemas dan sepertinya butuh istirahat yang sangat panjang namun seketika dara ingat bahwa dia punya tugas untuk menyelesaikan novel karyanya sendiri dan akan dipost untuk dipublikasikan kepada para pembaca setianya. Dara membuka layar notifikasi dikomputernya dan melihat bayu membalas pesan singkat darinya, tiba-tiba saja wajah dara tersenyum. Bayu cukup membuat responan yang sangat tinggi bagi dara dan membuat hati dan senyuman dara kembali. dara membalas pesan singkat dari bayu.

'Maybe, dan sekarang lagi apa kak?'

Tulis dara dilayar komputernya dan menekan enter pada keyboard komputernya. Dara tersenyum kembali karena respon yang diterima bayu sangat cepat, itu juga salah satu hal yang disukai dara dari bayu. 

Dara mulai mengetik entri baru pada blognya dan dara menulis tentang seseorang yang membuatnya kembali tersenyum di hari-hari suntuknya dari kegiatan sekolah. 

-Mengagumi tiada hentinya-

Cinta memang bisa tumbuh kapan saja dan dimana saja, dan kini aku merasakan ini semua. Entahlah apa yang harus aku lakukan selanjutnya, apa aku akan terus mengaguminya dengan segala kesederhanaannya dan kemandiriannya? Mungkin saja. 

-
-

Dara berjalan dikoridor sekolahnya dan melihat sosok bayu yang dikaguminya. Dara salah tingkah dengan segala kebisuan karena bayu bersama teman-temannya berjalan kearah dara sambil bercandaa tawa. Dara menunduk karena dia tidak mau kalau bayu tau jika dia menyukai dan mengagumi sosok bayu yang sangat mandiri dan sederhana itu. Namun bayu sadar didepannya ada dara dan bayu langsung menyapa dara dengan senyuman.

"Hai dar," Panggil bayu menepuk pundak dara

Dara salah tingkah, "Hai kak bayu," Jawab dara

"Kamu mau kemana?tumben jam segini keluar kelas, emangnya enggak ada gurunya?" tanya bayu lagi memandangi dara

"Eeeh.. ada kok kak, hanya saja aku tadi disuruh mengambil buku paket diperpustakaan," Dara menunduk karena dipandangi terus dengan bayu

"Kamu sendirian aja? yang lain mana masa enggak ada yang mau bantuin kamu dar?" 

"I..iya mereka pada enggak mau kak, jadi aku sendirian deh ngambilnya," 

"Yaampun tega amat sih teman-teman kamu dar, yaudah biar kakak sama yang lainnya bantuin aja ya," ujar bayu memegang pundak dara dengan sedikit tambahan senyumannya

Dara memandang wajah bayu yang sangat tampan dan kemudian menunduk lagii," Ahh.. tidak usah kak nanti malah merepotkan kakak dan yang lainnya lagi, sebaiknya tidak usah deh kak, terima kasih ya," Jelas dara dengan senyuman tipisnya

Sebenarnya didalam hati dara dia ingin sekali jika bayu membantunya hanya saja dara tidak mau jika teman-temannya yang suka sama bayu pada bicarain dia dan bukan hanya itu dara juga takut jika bayu tau tentang perasaan dia selama ini.

Bayu tersenyum," Yaampun dar jangan gitu kali, kamu itu udah kaya adik aku sendiri jadi jangan merasa direpotkan, biasanya kamu juga bantuin aku cariin ide untuk bahan artikel aku kan? jadi sekrang gilirang aku bantuin kamu," Jelas bayu

DEGG..

Jantung dara bertedak ketika mendengar bayu menganggapnya sebagai adiknya sendiri, dara ada diposisi antara senang dan sedih. Sedihnya kenapa harus dianggap sebagai adik dari bayu.

"T..taa..tapi kak,"

"Udahlah dar, lagian temen-temen aku juga mau bantuin kok. iya kan?" tanya bayu kepada kedua temannya wisnu dan fajar

Wisnu dan fajar mengangguk.

"Nah kamu liatkan, jadi biar kita bantuin aja ya dar, lagian bukunya juga berat berat mana bisa kamu bawa sendirian iya kan?" tawar bayu dengan senyumannya

Dara terdiam sejenak antara senang dan grogi.

"Yaudahlah dar terima aja. jarang-jarang kali bayu mau nawarin kebaikannya dengan adik kelas," ledek wisnu mencolek lengan bayu dengan senyuman

"Hahaha.." tawa fajar " Bener tuh dar, terima aja tawaran dari bayu. dia nggak biasanya loh nawarin apa lagi keadik kelas bawahannya," sambung fajar

"Oyy apaan sih kalian," ujar bayu memukul kepala wisnu dan fajar

Fajar dan wisnu hanya tersenyum dan begitupun juga dengan dara. 

"Yaudah deh kalo gitu aku terima tawaran dari kalian," jelas dara

"Oke siip, yaudah kalo gitu kita keperpus sekarang aja ya," ajak bayu

"Ayo,"


STORYLINE 1.1

Sejak pembicaraan secara langsung mereka beberapa minggu yang lalu bayu dan dara semangkit akrab dan mereka sering sekali berbagi cerita satu dan yang lainnya dan tak jarang sekali mereka bertukar ide untuk bahan artikel diblog mereka masing-masing. Banyak sekali yang tidak menyukai dara karena dara begitu dekat dengan bayu. Dara mangkin menyukai dan mengagumi bayu dari segala bentuknya. Namun bayu tidak sediktpun menanggapi perasaannya, ya memang mereka sering bersama dan saling bertukar pendapat dan terkadang bayu juga bersikap perhatian kepada dara, namun itu bukan berarti bayu menanggapi perasaan suka dara untuknya, itu semua hanya sebagai adik dan teman saja. Memang bayu belum memiliki sedikitpun pasangan didalam kehidupannya, bayu sering sekali bercerita tentang mengapa dirinya sampe sekarang tidak ingin berpacaran ataupun yang lain. Itu karena bayu ingin fokus dengan pekerjaannya dan sekolahnya agar bisa membanggakan ibunya.

Dara duduk dikelas sambil mendengarkan lagu dari earphonennya dan kegiatan rutinnya menulis blog pribadinya. Tanpa dara sadar bayu mengetahui apa yang ditulis dara dalam blognya, namun dara tidak mencantumkan nama yang dimaksud dara.

-Kiini semenjak hari itu aku tambah menyukaimu dan mengagumimu dari segala hal. Entahalah mungkin aku sudah terprogram diotakku menjadi dirimu selain kedua orang tua ku. Mungkin kini aku memiiliki dua posisi jiwa dan perasaan yang berbeda yaitu antara sedih dan senang karena apa, Di satu sisi aku dan dia menjadi sangat dekat hanya karena kita memiliki hobi dan pendapat yang sama. Sedangkan disisi lain dia hanya bisa menganggap aku sebagai adiknya dan temannya saja. mungkin ini kah yang dimanakan familyzone atau friendzone? mungkin keduanya mungkin tersirat dihatiku.
Dan disisi yang lainnya jauh dari kata "DIA" aku juga merasa bersalah kepada mereka yang sudah membuat hati ini bertepuk, mereka menyatakan rasa sukanya kepadaku dan mereka siap menunggu jawaban dariku, satu kalimat yang aku ucapkan kepada mereka semua yang sudah menyatakan rasanya kepadaku adalah "Maaf kita lebih baik menjadi teman saja" Apaakah aku salah dan jahat kepada mereka? Sebenarnya aku tidak menerima mereka karena sosok dia yang menempel dihatiku sudah lama ini dan tumbuh kembali ketika aku dan dia saling bersapa dan bertutur kata,seandainya aku dan dia bisa bersama dalam artian menjadi sosok yang lebih dari sekedar teman saja. Mungkin itu hanyalah khayalan diriku saja, mana mungkin dia membalas semua perasaanku sedangkan dia saja hanya menganggapku sebagai adik dan temannya tidak sekedar itu.-

Dara mempost semua ungkapan hatinya diblog pribadi dirinya. Tanpa sadar bayu sudah berada dibelakang dara dan merasa mulai curiga dengan tulisan-tulisan dara. Dara membuka earphonenya dan kaget ketika bayu sudah ada dibelakang nya sedang berdiri dan tersenyum melihat dirinya. Dara berfikir apakah bayu sudah lama dan melihat semua apa yang ditulisnya.

"Eeh kak.. kakak sudah lama?" tanya dara gugup

"Tidak" bayu duduk disamping dara," Kira-kira 2 menit yang lalu," ungkap bayu berbohong

"Really?" tanya dara dengan wajah yang sangat-sangat khawatir

"Really dar," Senyum bayu mengelus rambut dara

DEGG..

DEGG...

Jantung dara berdetak dan kini membuat dara semangkin menyukai bayu adalah perhatiannya dan tatapannya kepadanya. 

Bayu memandang mata dara dan tersenyum," Pasti kamu belum makan kan?" tebak bayu

"I..iya kak," senyum kecil dara menunduk

Bayu mengeluarkan dua bungkus burger berukuran sedang satu untuknya dan satunya lagi bayu berikan kepada dara.

"Ini ambillah dar, aku membelikannya untukmu," ujar bayu memberikan sebungkus burger kepada dara

Dara menelan air liurnya dan menatap bayu dengan seribu harapan yang sangat sangat pasti untuk diungkapkannya tapi satu katapun tidak sersirat dibibirnya untuk diutarakan. Bayu langsung memegang kedua pipi dara. dan dara tidak bisa berkata apa-apa karena hati, pikiran dan rasanya tidak karuan.

"Hei adik kecilku, kenapa memandangi kakakmu seperti itu hah?" tanya bayu dengan senyumannya

"A..a..akuu tidak apa-aapa kok kak," dara menunduk

"Kalau kamu nggak kenapa-kenapa , lalu tadi kamu mandangin kakak kek gtu amat, kakak ganteng ya," gurau bayu dengan semua gerakkan tubuhnya

'Aku mengagumimu dan menyukaimu, aku memiliki dua perasaan sekaligus. aku tidak ingin kau pergi jauh dariku, aku menyangimu lebih dari apapun kak'

Dara tersenyum menatap bayu yang sedang tersenyum untuk menghibur dara, mata dara mulai mengeluarkan sedikit air matanya. Bayu memandangi dara lalu bertanya kepadanya.

"Kamu nangis dar? aku menyinggungmu atau mengenai hatimu dar?" tanya bayu memandang dara yang memandangnya sambil menangis

"A..aku tidak kenapa-kenapa kak," 

"Lalu?" tanya bayu heran

Kemudian, dara tidak bisa menahan semua rasa tangisnya dan memeluk bayu erat sambil menangis sedangkan bayu heran dengan dara, bayu tidak bisa berkata apa-apa dan tersenyum sepertinya bayu sudah mulai memahami hati dara namun hanya saja bayu belum siap mengatakan apapun tentang perasaannya. Bayu membalas pelukkan erat dara.

'Aku akan terus merasakan bahagia bersamamu atau tidak kak? aku sudah lama kagum dan menyukaimu, tapi aku tidak tau bagaimana perasaanmu kepada aku kak? sudah dianggap sebagai adik dan teman dekatmu saja aku sudah bahagia, aku mohon jika kita tidak ditakdirkan untuk bersama biarkan hubungan pertemanan ini selalu terjalin tanpa sebuah konflik yang menentang, aku selalu berharap kamu akan terus menjadi sosok kakak yang selalu menyemangatiku.'

END

Note: The feeling that I felt before and now is still the same.*

Comments

Popular Posts