dua puluh (1)

Sudah hampir di kepala dua
Kesedihan hampir di level atas

Titik lemah tak berdaya
Dia pahlawan tak ternilai meninggalkan ku

Mengapa di hari akhirnya ku tak meluangkan seluruh waktuku?

Firasat ku tak hebat...
Perasaan ku tak hebat...
Namun aku merasakan kepiluan sebelumnya..

Luka ku 
Pedih ku
Kesedihan ku
Kesendirian ku

Tahu kah seseorang?
Tentu tidak
ku menutupi nya dengan baik 
tak terlihat...

Siapapun dia, siapapun....
yang berusaha hadir untuk menggantikan nya
tidak mudah bagiku menerimanya
tidak mudah!

Tawaku adalah tangisku

Keseharian nya membuat hatiku begitu pilu...
Tergambar jelas..

Seseorang berusaha untuk memasukki dunia ku
Seseorang berusaha untuk mengganti posisi pahlawan ku...

Ya pahlawan ku, 
Ketika ku lelah setelah belajar
Ku sembari mengetik dengan lelah " Ku sudah pulang, bisa menjemput ku?"
Dia bergegas menjemput ku tanpa memikirkan pekerjaannya...

Tak mampu untuk mengatakan semuanya....

Ku sudah tak mampu

Tak ada teman tuk ceritakan hari-hari kerinduanku
Namun ,tidak juga bisa aku menuliskannya...

Dadaku terasa sesak...
Beban ku ...

Ku belum terlalu dewasa menghadapi kepiluan ini....



I Miss You!
I can't see you again:)

Al-fatihah.

Comments

Popular Posts